Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

BAB 7. PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA



BAB 7. PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

Standar Kompetensi
    4.   Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia
Kompetensi Dasar
    4.1 Membandingkan sifat fisika dan sifat kimia    
    4.2 Melakukan pemisahan campuran campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia
    4.3 Menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan hasil percobaan sederhana
          4.4      Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan
Sifat Materi
    Berdasarkan  ukuran,   sifat  materi  dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
    a. Sifat Intensif
        Sifat  yang tidak dipengaruhi oleh ukuran materi.
        Contoh:   titik beku, titik didih, kerapatan, warna, dan kereaktifan.
    b. Sifat Ekstensif
        Sifat yang dipengaruhi oleh ukuran materi.      
        Contoh:   massa, berat, panjang, dan volume.
    Berdasarkan pengamatan terhadap materi, sifat materi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
    a. Sifat Fisika
        Sifat dari materi yang dapat diamati secara langsung dan tidak merusak zat.
        Contoh:   warna, bau, massa, wujud, titik beku, titik didih, tingkat kekerasan, daya hantar baik panas maupun listrik dan tingkat kekerasan.     
        Kelarutan
        Jumlah maksimal suatu zat yang dapat larut pada suhu tertentu.
        Kecepatan kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh suhu, ukuran zat terlarut, jumlah zat pelarut, dan pengadukan.
        Tingkat kekerasan
        Kemampuan zat padat untuk tahan terhadap goresan.
    b. Sifat Kimia
        Sifat yang dapat diamati ketika suatu reaksi kimia terjadi pada suatu zat.
        Contoh:   mudah berkarat, mudah terbakar, perubahan pH, dan beracun.
Pemisahan Campuran
    Memisahkan zat-zat  penyusun suatu campuran dengan tujuan mendapatakan suatu zat murni yang kita perlukan.
Metode pemisahan campuran berdasarkan sifat fisika:
Pengayakan
    Metode ini dilakukan untuk memisahkan campuran yang terdiri dari padatan dan padatan dengan ukuran partikel berbeda.
    Contoh:    memisahkan pasir dengan batu kerikil.
    Ukuran ayakan dinyatakan dalam mesh, banyaknya lubang tiap inch persegi.
Dekantir
    Metode ini digunakan untuk memisahkan antara cairan dengan padatan berukuran besar yang dapat mengendap.
    Contoh:    memisahkan beras dengan air.
    Metode ini di sebut juga metode tuang.
Penyaringan
    Metode ini dilakukan untuk memisahkan campuran antara cairan dengan padatan yang biasanya berukuran kecil dan tidak mengendap.
    Contoh:    penjernihan air
    Residu, patikel yang tertinggal pada alat saringan
    Filtrat, zat cair yang lolos dari saringan.
    Metode ini disebut juga metode filtrasi.
Sentrifugasi
    Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran antara cairan dengan padatan yang ukurannya sangat kecil dan tersebar merata pada cairan.
    Metode ini berkerja berdasarkan gaya sentrifugal.
    Campuran yang akan dipisahkan dimasukan dalam tabung reaksi kemudian tabung diletakan dalam alat sentrifugasai lalu diputar.
    Metode ini dikenal juga dengan nama pemusingan
    Contoh:    pemisahan sel darah dan pemurnian bakteri
Evaporasi   
    Metode ini digunakan untuk memisakan padatan yang larut dalam cairan.
    Metode ini disebut juga penguapan.
    Contoh:    proses pembuatan garam dari air laut.
Sublimasi   
    Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran suatu zat dengan zat lain yang dapat menyublim.
    Contoh:    zat yang tercampur dengan kapur barus.


Destilasi     
    Metode ini digunakan untuk memisahkan larutan yang terdiri dari zat-zat yang memiliki perbedaan titik didih.
    Contoh:    pembuatan air tawar dari air laut dan proses pengolahan minyak bumi
Ekstraksi    
    Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran yang terdiri cairan-cairan yang tidak bercampur.
    Contoh:    memisahkan minyak dengan air.
    Metode ini dikenal juga dengan nama corong pisah.
Kromatografi
    Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran yang terdiri dari zat-zat yang memiliki perbedaan tingkat kelarutan.
    Contoh:    mengetahui warna-warna dalam tinta.
Ferromagnet
    Metode ini digunakan untuk memisahkan serbuk besi yang tercampur dengan larutan.
    Contoh:    pemisahan serbuk besi dari lumpur bahan keramik.
Metode pemisahan campuran berdasarkan sifat kimia
Koagulasi   
    Metode ini dilakukan dengan tujuan pengendapan, penambahan bahan kimia pada campuran akan mengikat salah satu zat penyusun campuran untuk membentuk flok sehingga terjadi gumpalan dan pengendapan.
    Contoh:    untuk mempercepat proses penjernihan air dari lumpur dilakukan dengan cara menambahkan tawas.
Perbahan Materi
    Perubahan  materi  dapat  dibagi  menjadi dua, yaitu:
    a. Perunbahan Fisika
        Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru atau perubahan yang bersifat timbal balik.
        Perubahan yang terjadi hanya pada wujud dan bentuk benda.
        Contoh:   es menjadi air, batu besar menjadi kerikil, pencampuran zat.
        Beberapa penyebab terjadinya perubahan fisika:
        -  perubahan suhu
        -  pencampuran zat
        -  proses mekanik, misalnya pemotongan
    b. Perubahan Kimia/Reaksi Kimia
        Perubahan yang menghasilkan zat baru atau perubahan yang secara umum tidak bersifat timbal balik.
        Contoh:   kertas terbakar, pembusukan makanan, petasan meledak, besi berkarat, dan lain-lain.
        Beberapa penyebab terjadinya perubahan kimia:
        -  pembakaran
        -  pencampuran zat
        -  aliran listrik
Reaksi Kimia
    Disebut juga perubahan kimia yaitu suatu bentuk perubahan yang dapat menghasilkan zat baru.
    Penulisan persamaan reaksi kimia
    a. Reaksi berlangsung satu arah
        Reaksi antara logam natrium dengan air akan menghasilkan natrium hidoksida dan gas hidrogen, tapi hal ini tidak berlaku untuk proses sebaliknya
       
             reaktan                  produk
    b. Reaksi berlangsung bolak-balik
        Reaksi antara gas nitrogen dengan hidrogen akan menghasilkan gas amonia, hal ini nuga akan berlaku pada proses sebaliknya.
       
            reaktan            produk
        Arti notasi-notasi yang terdapat pada persamaan reaksi
        - wujud zat
            s    ®solid atau padat
            l     ®liquid atau cair
            aq  ®aqua atau larut dal cair
            g    ®gas
        - reaktan  artinya zat pereaksi, zat-zat yang direaksikan
        - produk   artinya zat hasil, zat-zat yang dihasilkan selam proses reaksi kimia.
Ciri-Ciri Reaksi Kimia
    Ciri-ciri adanya reaksi kimia:
        - perubahan warna
        - pembentukan gas
        - perubahan suhu
        - pembentukan endapan
Reaksi Eksotermis
    Reaksi  yang  melepaskan  energi   atau   panas berlangsung spontan, dan ditandai dengan kenaikan suhu.
    Contoh:    pembakaran kayu, proses pernafasan, dan reaksi logam magnesium dengan air.
Reaksi Endotermis
    Reaksi  yang  membutuhkan   energi,  umunya tidak berlangsung spontan, dan ditanadai dengan penurunan suhu.


Kecepatan Reaksi Kimia
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan:
        - ukuran partikel zat-zat pereaksi
        - suhu
        - konsentrasi atau kadar zat-zat pereaksi.                     
        - penambahan katalis                 
          Enzim merupakan salah satu contoh dari katalis biologi.
Reaksi Kimia Di Sekitar Kita
    Korosi
    Disebut juga karat hal ini terjadi pada logam yang bereaksi dengan oksigen (udara, air).
    Usaha mencegah korosi:
        - pengecatan
        - melapisi dengan logam lain, biasanya digunakan logam timah, seng, krom.
        - melapisi dengan plastik
        - mengolesi dengan minyak       
Lanjutkan Membaca »»  

Minggu, 07 April 2013

BAB 8. GERAK LURUS


BAB 8. GERAK LURUS

Standar Kompetensi
    5.   Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kompetensi Dasar
    5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Definis Gerak
    Perubahan posisi benda terhadap titik acuan.
    Gerak relatif
    Semua gerak bersifat relatif tergantung dari titik acuan yang dipilih.
    Contoh:    Seorang yang duduk di dalam bis yang sedang bergerak, ilustrasi gerak yang terjadi adalah:
                     -  mobil bergerak terhadap pohon di pinggir jalan
                     -  orang bergerak terhadap jalan
                     -  orang tidak bergerak terhadap mobil atau sebaliknya
    Gerak semu, merupakan gerak yang tidak sebenarnya.
    Contoh:    -  gerak matahari dari timur ke barat
                     -  gerak pohon menjauhi kendaraan yang sedang bergerak
    Macam-macam lintasan gerak:
    -  gerak lurus
    -  gerak melingkar
    -  gerak parabola
    -  gerak tak beraturan
Gerak Lurus
    Gerak lurus adalah gerak dengan lintasan lurus.
    Jarak dan Perpindahan
    Jarak adalah panjang seluruh lintasan yang telah ditempuh tanpa memperhatikan arah gerak.
    Perpindahan adalah perubahan kedudukan benda dari posisi awal hingga posisi akhir dengan memperhatika arah gerak.
    Kelajuan dan Kecepatan
    Kelajuan   adalah hasil bagi antara jarak tempuh dengan waktu tempuh.
    Kecepatan   adalah hasil bagi antara perpindahan dengan waktu tempuh
    Rumus jarak dan perpindahan dalam hal ini sama yaitu:
              
    Keterangan:           
       -  v = kelajuan atau perpindahan dengan satuan meter/detik (m/s)
       -  s  = jarak tempuh atau perpindahan dengan satuan meter (m)
       -  t  = waktu tempuh dengan satuan detik (s)
    Kelajuan rata-rata
    Kelajuan rata-rata adalah hasil bagi antara jarak total dengan waktu total.
              
Gerak Lurus Beraturan       
    Gerak lurus beraturan (GLB) dapat didefinisikan sebagai berikut:
       -  gerak dengan kelajuan tetap
       -  gerak dengan kecepatan tetap
       -  gerak denga percepatan nol
       -  gerak dengan lintasan lurus danmenghasilkan jarak tempuh yang sama untuk selang waktu yang sama.






         Grafik s terhadap t      Grafik v terhadap t
Gerak Lurus Berubah Beraturan
    Gerak Lurus berubah beraturan (GLBB) dapat didefinisikan sebagai berikut:
       -  gerak dengan lintasan lurus yang mengalami peningkatan kelajuan atau kecepatan secara teratur
       -  gerak dengan lintasan lurus yang mengalami penurunan kelajuan atau kecepatan secara teratur
       -  gerak yang mengalami percepatan atau perlambatan yang tetap
       Percepatan adalah hasil bagi antara kecepatan dengan waktu tempuh.
       Rumus      :          
       Keterangan:         
       -  a = percepatan atau perlambatan dengan satuan meter /detik2 (m/s2)
       -  vt = kelajuan atau kecepatan akhir dengan satuan meter/detik (m/s)
       -  vo  =    kelajuan atau kecepatan dengan satuan meter/detik (m/s)
       -  a (+) artinya percepatan
          a (–) artinya perlambatan
 

              
              





         Grafik v terhadap t      Grafik v terhadap t



                           
Lanjutkan Membaca »»